Post Top Ad

artikelKelas Belajar Menulis

Berkat CLBK Anak Kampung Sukses Terbitkan Buku di Penerbit Mayor

 

Apa yang terbesit di benak anda ketika mendengar kata CLBK? 

Dalam atmosfir asmara CLBK populer sebagai singkatan dari “Cinta Lama Bersemi Kembali”, entah dalam makna positif ataukah makna negatif. 


Tapi bagi Yulis Roma Patandean, kata CLBK merupakan energi dahsyat yang melahirkan prestasi.  Betapa tidak, berkat CLBK anak kampung yang juga pengajar di UPT SMAN 5 Tana Toraja ini sukses menerbitkan buku di Penerbit Mayor. 


Luar biasanya lagi, buku berjudul "Digital Transformation" ini ditulisnya dalam tempo sesingkat-singkatnya. Yakni hanya seminggu. Persis seperti Ibu Cekgu Tere yang pernah dituliskan sebelumnya. 


Pengalaman unik dan insipiratif ini diceritakan Pak Roma (sapaan akrab pak Yulis) saat menjadi narasumber Kelajar Belajar Menulis bersama Omjay  Angkatan ke-15 malam ini, Senin (10/08/2020). 


 Kesuksesan Pak Yulius menembus Penerbit Mayot berkat CLBK bermula ketika mengikuti pelatian menulis. Pada pelatihan tesebut ia bertemu Prof. Richardus Eko Indrajit. Pada pelatihan tersebut Prof Eko menyampaikan materinya menulis dalam satu minggu. 

“Saya pun sempat bertanya ke beliau, dan diberi tantangan malam itu dari Prof Eko”, katanya. 

"Apakah pak Yulius mau menulis bersama saya?" ujarnya menirukan tantangan Prof Eko untuk menulis buku dalam seminggu bersama beliau. 


Ia menerima tantangan itu dan menjadikan CLBK sebagai resep manjur menulis buku dalam waktu singkat. Bukan hanya selesai menulis dalam seminggu, tapi buku tersebut diterbitkan oleh Penerbit Mayor. Hal ini tentu saja merupakan capain spektakuler bagi seorang penulis pemula.


Bahkan Pak Yulius sempat menangis bahagia campur haru ketika mandapat kabar, bukunya sukses terbit di penerbit Mayor, yakni Penerbit ANDI. 


“Ketika telah diumumkan oleh Penerbit ANDI bahwa naskah yang saya tulis lolos untuk diterbitkan, saya menangis dan saya hubungi Prof. Eko lewat pesan di WA”, kenangnya.


"Terima kasih prof, jujur sy menangis prof. Terima kasih bimbingannya. Seorang anak kampung, ternyata bisa nulis buku," lanjutnya menirukan ucapan terimakasih yang disampaikannya kepada Prof.Eko. 


Lalu apa maksud CLBK sebagai rahasia sukses pak Roma mampu menulis buku yang terbit di Penerbit Mayor dalam seminggu?


Sementara dalam kegiatan menulis yang telah menjadi warna baru hari-hari hidupnya, CLBK bagi Pak Yulisu merukan singkatan dari, Coba, lakukan, budayakan, dan konsisten.  Atau dengan kalimat lain dapat dikatakan bahwa resep sukses pak Yulius adalah, “coba lakukan dan budayakan secara konsisten”. 


Menurutnya ini sangat mengikat komitmen dia dalam menulis, walaupun frase, ‘’coba lakukan dan budayakan secara konsisten” ini tampak sederhana. Walau sederhana, tapi daya geraknya luar biasa; melahirkan buku dalam sepekan. Luar biasa kan?


“Kalau Omjay”, katanya “mengatakan "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi", maka saya pasang alarm untuk diri saya, "Tuailah hasil selama masih sanggup CLBK", terangnya.


Coba

Ia memegang prinsip, tak ada satu pun usaha yang berhasil jika tidak mencobanya lebih dahulu. Sehingga mantan Dosen Fakalutas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja ini tidak pernah menolak setiap tawaran pekerjaan dan amanah yang diberikannya.


 “Saya jarang menolaknya selama ada kaitannya dengan dunia mengajar”, ungkapTutor Universitas Terbuka (UT) Toaraja ini. 


Bagi dia hal itu sama dengan menulis.  Memulainya kadang susah, terutama dalam  menggali dan membangun ide lalu mencurahkannya kalimat demi kalimat. 


“Mencoba berulang-ulang akan melatih kita memproduksi untaian kata-kata yang menghasilkan kalimat bermakna”, tegasnya. 


Lakukan

Mencoba kadang menimbulkan rasa penasaran.  Demikian halanya dalam menulis.  Menurut  Wakil Sekretaris PGRI Kabupaten Tana Toraja ketika seseorang sudah mencoba lalu  menemukan rasa dan keunikan tulisannya, maka kegiatan menulis tersebut  harus terus dilakukan agar ide tidak mengendap seiring berlalunya waktu. 


Kadang  seorang mengalami  kendala lalu  berhenti menulis. Akibatnya  saat itu juga semangat menulis  berhenti.  Mengatasi kendala semacam ini ia meilki resep ‘’paksa diri’. 

Hingga saat ini ia selalu memaksa diri untuk menulis apa saja. 

“Jadi saya paksa diri saya untuk menulis, hingga kini, intinya harus ada sesuatu yang tersimpan di draft tulisan blog saya atau tersimpan di laptop”, pungaksnya. 


Budayakan

Yulius memandang, menulis harus menjadi budaya dan cara hidup kitayan tak terpisahkan dalam kehidupan.

 “Jadi, budayakan menulis, sehingga menjadi panggilan beraktifitas setiap hari”, jelasnya. 


Demi membudayakan menulis ia selalu menulis secara rutin baik melalui Telepon Genggam ataupun Laptop. Ia juga selalu mengisi waktu  luang dengan menulis, kapan pun di mana pun. Bahkan kadang ia menulis di parkiran Rumah Sakit saat menjemput sang istri.


Ia juga selalu menulis satu pargraf setiap malam. “Jam berapa pun saya akan tidur, sebelum berlabuh ke “Pulau Kapuk” pasti ada tulisan saya di HP saya satu paragraf”, kisahnya.

Konsisten

Ungkapan, Tak ada karya yang terselesaikan dengan baik tanpa konsistensi” juga menjadi prinsip dan rahasia sukses beliau.  Konsisten dalam menulis bagi beliau merupakan  misi untuk mencapai visi seorang penulis,  yakni menghasilkan sebuah karya tulisan yang bisa memberi inspirasi bagi banyak orang. 


Bagaimana cara beliau konsisten? 

Jawabannya adalah memaksa menulis setiap hari, minimal menulis tugas untuk siswa di blog atau upload gambar. 

“Selain itu, saya aktif membeli buku secara online, jika saya kesulitan mengembangkan ide, maka saya cari bukunya di Olshop”, lanjutnya lagi.


Ia menutup tips  rahasia sukses menulisnya dengan mengatakan, “Menulis adalah proses kehadiran kita untuk membawa kabar baik tentang ilmu kehidupan, apa pun yang kita tulis pastinya ada hubungannya dengan proses hidup kita”. 


Jangan Lelah Ber-CLBK

Alhasil, jangan lelah untuk men-CLBK. Jangan lelah mencoba, melakukan, dan membudayakan menulis secara konsisten. Setiap usaha akan bermuara pada hasil yang optimal jika kita senantiasa mau belajar, membangun komitmen, dan memotivasi diri.

“Menulislah sebagai proses kehadiran kita untuk membawa kabar baik tentang ilmu kehidupan”, pungkasnya. []

Bogor, 10 Agustus 2020 


Realted Posts

15 komentar:

  1. Bagus sekali materi malam ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sangat inspiratif OmJay. Trimakasih atas kunjungannya Om.

      Hapus
  2. Cepat sekali bikin resumenya ....keren keren .....

    BalasHapus
  3. Wow. Tangkas. Materi selesai. Resume pun usai.

    BalasHapus
  4. Resume yang luar biasa... Mantap pak... Sukses selalu...

    BalasHapus
  5. Sudah Singgah dan Saling tengok tengok. Terima kasih🤝

    BalasHapus
  6. 👍👍👍

    BalasHapus
  7. cepat sekali bikin resume hebat

    BalasHapus
  8. Semoga senantiasa diberikan keistiqomah dalam menyebarkan dakwah ustadzuna

    BalasHapus
  9. Baru bisa mampir hari ini.
    Resume yg mengalir saat dibaca..
    Hebat Pak...

    BalasHapus

Post Top Ad