Post Top Ad

artikel

Keutamaan Puasa 'Asyura

 

 


Kita sedang berada di bulan Muharram. Diantara amalan yang dianjurkan pada bulan ini adalah puasa. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa puasa yang paling utama setelah puasa wajib pada bulan Ramadhan adahalah puasa sunnah di bulan Muharram. 


Yang dimaksud dengan puasa sunnah pada bulan Muharram dalam hadis di atas adalah memperbanyak puasa sunnah di bulan ini. Minimal berpuasa pada tanggal 10 Muharram, yang dikenal dengan nama Puasa 'Asyura. 


Sejarah Puasa 'Asyura

'Asyura atau 10 Muharram merupakan hari agung pada bulan suci Muharram. Keagungan hari ini  karena; (1) merupakan salah satu hari dari bulan Muharram yang merupakan asyhurul hurum, dan (2)  merupakan hari bersejarah.


Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim menuturkan bahwa ketika tiba di Madinah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapati orang-orang Yahudi berpuasa.


“Puasa apa ini?”, tanya sang Nabi. Mereka menjawab, “Ini adalah hari baik dan agung, hari dimana Allah menyelamatkan nabi dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya. Maka nabi Musa berpusa pada hari ini sebagai tanda syukurnya kepada Allah. Sehingga kamipun berpuasa sebagai pengagungan kepada hari ini dan nabi Musa”. Nabi bekata, “Kami lebih berhak atas Musa dari kalian”.


Oleh karena itu nabi berpuasa pada hari ‘Asyura tersebut dan menyuruh para sahabat untuk turut berpuasa. Beliau mengatakan kepada para sahabat, “Kalian lebih berhak atas Musa dari mereka”. 

 

Keutamaan Puasa ‘Asyura

Puasa ‘Asyura memiliki beberapa keutamaan, yaitu.

 Pertama Puasa paling Afdhal Setelah Ramadhan

Puasa ‘Asyura merupakan puasa paling utama atau paling afdhal setelah puasa Ramadhan.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

 

Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (yakni buan) Muharram. (HR. Muslim).


Menurut sebagian Ulama bahwa yang dimaksud dengan puasa pada bulan Muharram dalam hadits tersebut adalah puasa ‘Asyura. Karena Rasulullah tidak pernah berpuasa sebulan penuh pada bulan Muharram.

 

Kedua, Puasa yang Diwajibkan Sebelum Puasa Ramadhan


Sebelum turunnya kewajiban puasa Ramadhan, puasa yang diwajibkan kepada Rasululah dan kaum Muslimin adalah puasa Ramadhan.  


Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Nabi dahulu puasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia agar berpuasa pula. Ketika turun kewajiban puasa Ramadhan, puasa ‘Asyura ditinggalkan”. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Ketiga, Nabi Bersemangat Melakukannya


Puasa ‘Asyura merupakan puasa Sunnah yang sangat dijaga dan diperhatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Sebagaimana dituturkan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma;


“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar perhatian untuk berpuasa pada suatu hari yang beliau utamakan dari hari lain melebihi puasa ‘Asyura ini dan bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari).

 

Keempat, Menghapus Dosa Selama Setahun

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan, puasa ‘Asyura dapat menghapuskan dosa selama setahun. 


 Beliau bersabda;

 

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ ” رواه مسلم

 

, . . dan puasa ‘Asyura saya memohon kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang sebelumnya”. (HR. Muslim).

 

Penting
 Tahun ini (1442 H) Asyura jatuh pada hari Sabtu besok (29/08/2020)

 

Realted Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad