Post Top Ad

artikel

Sunnah Rasul di Malam dan Hari Jum’at

Sunnah Rasul di Malam dan Hari Jum’at

Sunnah Rasul di malam Jum’at dan hari Jum’at yang dimaksud dalam tulisan ini adalah amalan yang disunnahkan dan atau dianjurkan Rasulullah, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam dan hari Jum’at.

Sunnah salah satu maknanya adalah segala sesuatu yang bersumber dari nabi Muhammad shallallahu ‘alasaihi wa sallam, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun persetujuan (taqrir). Disebut pula dengan Sunnah Nabi atau Sunnah Rasul.

Ada beberapa amalan tertentu yang dianjurkan atau dicontohkan Rasul pada malam dan atau hari Jum’at.

Perbanyak Shalawat

Shalawat merupakan amalan yang utama. Nabi mengabarkan, satu shalawat yang diucapkan oleh seorang umatnya dibalasa oleh Allah dengan rahmat-Nya sepuluh kali lipat.

Shalawat dapat dilalukan kapan saja. Namun pada malam dan atau hari Jum’at dianjurkan memperbanyak shalawat. Nabi mengatakan dalam sabdanya:

 Perbanyaklah kalian bershalawat kepadaku pada hari dan malam Jumat Karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah bershalawat kepada Nya sepuluh kali”. (Terj. HR. Baihaqi, No.5790).

Makna  shalawat Allah kepada makhluk adalah adalah rahmat dan ampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

 

Membaca Surat Al Kahfi

Diantara amalan yang dianjurkan pada malam dan hari Jum’at adalah membca surat Al-Kahfi.  Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang keutamaan membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat,

Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka dia akan diterangi cahaya antara dua Jumat”.

Membaca Surat  As-Sajdah Surat  Al-insan dalam shalat Subuh pada hari Jumat

Imam  Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma bahwa;

Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam biasa membaca pada shalat subuh di hari Jumat Alif Lam Mim Tanzil  [Surat As-Sajdah] dan hal Ata Alal Insani hinum minad Dahr [Al-Insan]”. (Terj. HR. Muslim, No. 879).

 

Mandi Jum’at

Dianjurkan  mandi pada hari Jumat, bahkan Sebagian ulama memandang bahwa hukumnya wajib. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih mereka dari sahabat Abu Sa’id Al khudri radhiyallahu anhu;

Mandi pada hari Jumat wajib bagi setiap muslim yang telah baligh,”. (HR. Bukhari, No.880 dan Muslim, No. 846).

 

Memakai Parfum Saat Menunaikan Shalat Jum’at

Dianjurkan memakai parfum dan wewangian dan Mengenakan Pakaian Terbaik. Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda;

Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat serta bersiwak dan memakai parfum Jika dia memiliki serta mengenakan pakaian terbaiknya kemudian keluar menuju masjid dan setelah sampai di masjid dia tidak melangkahi punggung-punggung manusia lalu Shalat sebanyak yang dia kehendaki kemudian dia diam saat Imam keluar menyampaikan khutbah serta tidak berkata-kata sampai selesai dari shalatnya maka itu menjadi kafarat baginya penghapus dosa baginya antara jihad setelahnya dengan Jumat sebelumnya”. (HR. Ahmad, no.11768)

 

Bersegera Menuju Masjid

Dianjurkan  bersegera menuju masjid untuk menunaikan shalat Jumat.  Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya dari Aus bin Abil Aus radhiyallahu ‘anhu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda;

 Jika pada hari Jumat salah seorang diantara kalian membasuh kepalanya (keramasa) dan mandi kemudian dia bersegera berangkat menuju masjid kemudian mendekat kepa Imam lalu diam menyimak khutbah maka baginya pahala setiap langkah yang diayunkannya seperti puasa dan shalat setahun’’. (HR. Ahmad, No.16161).

Menyimak Khutbah dengan Tenang

Dianjurkan menyimak khutbah dengan tengan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

Tidaklah seseorang mandi pada hari Jumat serta bersuci semampunya, memakai minyak rambut,  memakai parfum kemudian keluar menuju masjid dan setelah sampai di masjid tidak memisahkan diantara dua orang (yang duduk berdampigan) lalu Shalat sebanyak yang dia kehendaki kemudian dia diam (tidak berkata-kata)  saat Imam (khatib) berkhutbah melainkan diampuni dosanya antara Jum’at tersebut dengan Jumat sebelumnya”. (HR. Bukhari, no. 833).


Shalat Sunnah Ba’diyah Jum’at

Setelah menunaikan shalat Jum’at dianjurkan melakukan shalat sunnah ba’diyah dua atau empat raka’at. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jika salah seorang di antara kalian shalat Jum’at, maka hendaknya dia melakukan shalat setelahnya empat raka’at.” (HR. Muslim no. 881).

Melalui hadits di atas Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah ba’diyah Jum’at empat raka’at. Adapun riwayat tentang dua raka’at ba’diyah jum’at diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits lain tentang Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma;

“Jika Ibnu ‘Umar melaksanakan shalat Jum’at, setelahnya ia melaksanakan shalat dua raka’at di rumahnya. Lalu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan seperti itu.” (HR. Muslim no. 882)

Memperbanyak Do’a

Salah satu keistimewaan hari Jum’at adalah, pada hari Jum’at terdapat satu waktu istijabah (terkabulnya do’a).  Sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika membicarakan mengenai hari Jum’at

Di dalamnya terdapat suatu waktu. Jika seorang muslim berdoa saat itu, pasti diberikan apa yang dia minta” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. (HR. HR. Bukhari no. 935 dan Muslim no. 852).

Menurut pendapat terkuat diantara pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud adalah sejam Imam/khatib naik mimbar hingga shalat Jum’at selesai dan setelah shalat ashar hingga jelang maghrib.  Wallahu a’lam [sym].

 


Realted Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad