Post Top Ad

artikelKelas Belajar Menulis

Enam Langkah Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku

 

Buku "Uktub! Panduan Lengkap Menulis dalam 180 Hari" Karya Akbar Zainudin


Enam Langkah Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku

Menghasilkan buku dan menerbitakannya merupakan impian setiap penulis. Sebab dengan diterbitkan tentu saja ide-ide seorang penulis dapat tersebar. Namun tidak semua tulisan layak terbit. Bahkan bagi sebagian orang, jangankan menerbitkan tulisan menjadi sebuah buku, menulis saja terasa sulit. Oleh karena itu seorang calon penulis perlu mengetahui kiat dan langkah praktis menulis dan menerbitkan buku. Tulisan ini berisi enam langkah mudah menulis dan menerbitkan buku menurut Mas Akbar Zainudin penulis ‘’Man Jadda Wajada” dan belasan buku motivasi lainnya.

 

 

1.    1. "T"

Langkah pertama adalah T. Yakni tema. Tentukan tema  tulisan terlebih dahulu.  Tema merupakan gambaran bidang apa yang akan ditulis. Tema juga menjadi benang merah keseluruhan tulisan. Oleh karena itu setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi.

Tema akan menjadi rel yang mengikat seorang penulis  dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini hendaknya satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya.  Tema juga terkait dengan “branding” seorang penulis. Sehingga  sebaiknya sang penulis  berusaha untuk fokus menulis satu tema tertentu, agar dikenal sebagai  ahli dalam tema tersebut. Kalau tema yang ditulis berubah-ubah, nanti orang bingung, kita ini sebenarnya ahli dalam bidang apa?

Oleh karena itu menurutnya seorang penulis buku untuk berusaha focus menulis satu tema tertentu, hal ini dapat menunjukkan keahlian penulis dalam bidang tersebut.  

 

2. “O”

Langkah kedua adalah O. Outline atau daftar isi.

Setelah tema besar sebuah buku yang akan kita tulis sudah ditentukan maka selanjutnya adalah menyusun outline atau daftar isi. Tanpa  daftar isi maka sulit suatu  buku  bisa selesai. Inilah salah satu hal penting yang sering diabaikan penulis karena merasa sudah tahu apa yang akan ditulis akhirnya langsung menulis tanpa outline. Sehingga tulisannya tidak terarah, 'melenceng' dan 'lari' kemana-mana, ujungnya bukunya tidak selesai.

Ada empat kegunaan outline:

1.  Agar tulisan kita terarah sesuai tema.

2. Sebagai panduan membuat jadwal dan  menentukan target.

3. Menghindari "ngeblank" pada saat menulis.

4. Agar bukunya selesai.

Tanpa outline sebuah buku sulit selesai. Banyak ide bagus tidak tuntas jadi buku karena penulisnya tidak fokus. Cara memfokuskan ide adalah dengan outline. Karena ide yang bagus adalah ide yang difokuskan. Dengan outline penulis akan fokus pada ide dan terarah dalam penulisan.

Cara Mengembangkan Daftar Isi (outline)

Untuk buku non fiksi  Gunakan prinsip dasar 5W dan 1H seperti penulisan berita (news).

What (Apa)?

Bagian ini  biasanya terkait pengertian, definisi, pembagian, jenis-jenis, dan sebagainya.

Why (Mengapa)?

Umumnya bagian  ini berisi  tentang alasan (mengapa) buku ini ditulis, tujuannya apa dan manfaatnya apa.

 

How (Bagaimana)?

How ini berbicara tentang bagaimana, tips and trick, strategi, langkah-langkah, dan sebagainya.

Untuk 2 W yang lain, yaitu Where dan When bisa tidak digunakan.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh outline buka dengan tema Santri dan Menulis berikut:

 

WHAT (APA)

1. Santri dan keterampilan menulis.

2. Keterampilan apa saja yang dibutuhkan agar bisa menulis.

3. Para ulama dan karya mereka dari masa lampau.

4. dan seterusnya.

MENGAPA?

1. Mengapa Santri Harus Menulis?

2. Tujuan Menulis.

3. Tantangan Mengapa Santri Harus Bisa Menulis.

4. dan seterusnya.

 

How?

1. Bagaimana cara menulis?

2. Bagaimana membangun disiplin menulis?

3. Tips and Tricks Menjadi Penulis.

4. dan seterusnya.

 

Outline Buku Fiksi

Bagaimana membuat outlien buku fiksi?

Untuk fiksi ada tiga langkah.

Pertama, WHO?

Siapa saja tokoh-tokohnya.  Tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita.

Misalnya, ayah, ibu, teman, guru, dan sebagainya.

Kedua, Karakter

Gambarkan profil setiap tokoh dengan sifat dan karakter masing-masing.

Ketiga, Plot atau Alur Cerita

Gambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa. Di mana akan membangun cerita emosionalnya, di mana sedihnya, di mana senangnya.  Terus ending ceritanya bagaimana, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya.

Membuat outline ini bisa langsung dituliskan outlinenya atau bisa dengan beberapa alat bantu. Biasanya saya “menggunakan mindmap untuk membantu membuat daftar isi”.

Apakah wajib? Tidak harus. Tetapi kalau saya pribadi, ini harus ada. Biar ada rel ke mana tulisan kita, biar selalu ada arah kalau kita menemui jalan buntu, dan ini yang paling penting; bisa membuat jadwal agar buku cepat selesai.

2.   3. "J"

Langkah ketiga adalah J. Jadwal.  Buatlah jadwal penulisan.

Kalau daftar isi  atau otline sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Misalkan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai. Maka buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai.

Dengan membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

 

Cara Membuat Jadwal

1. Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-Keterangan

2. Isi Nomer

3. Isi Judul Artikel

4. Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis

5. Buat sesuai dengan tanggal yang a da saat ini.

6. Isi Keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum.

 

4. “T”

Langkah keempat adalah T. Tuliskan.

Jika Outline sudah ada dan jadwal sudah dibuat maka langkah berikutnya adalah menulis sesuai Outline dan jadwal yang telah disusun tersebut. Pada saat mulai menulis inilah diperlukan disiplin diri dan komitmen. Sebab inilah yang akan menentukan apakah tulisan yang kita buat akan selesai atau tidak.

 

Terkadang sukses itu memang harus dipaksa. Kalau kita tidak pernah memaksa diri, rasanya tidak mudah meraih keberhasilan. Demikian pula dengan menulis. Butuh kedisiplinan yang dimulai dengan memaksa diri.  

Menurtnya menulis itu terdiri dari dua sisi, yaitu mental  dan keterampilan. Dengan kata lain  antara MAU dan MAMPU. Pengalaman berinteraksi dengan banyak penulis, ternyata masalah MENTAL ini jauh lebih penting. Kalau orang mau berjuang, maka akan lebih cepat tulisannya selesai walaupun secara kemampuan biasa-biasa saja. Sebaliknya kalau sudah tidak mau atau malas-malasan, walaupun sebenarnya kualitas tulisannya baik, akan tidak mudah untuk tulisannya selesai.

 

Kuncinya cuma satu, yaitu PAKSA DIRI untuk SUKSES. Untuk  bisa memaksa diri, selain target di depan, harus ada motivasi besar mengapa buku harus selesai. Misalnya, bisa buat angka kredit, bisa buat branding personal, dan sebagainya. Kalau keinginan kuat, maka akan lebih mudah memaksa diri.

 

Buatlah waktu khusus untuk menulis SETIAP HARI, misalnya pagi, siang atau malam. Cukup 15 sampai 30 menit setiap hari. Misalnya sebelum subuh, setelah subuh, sore hari sebelum pulang, atau malam hari sebelum tidur. Kalau sudah dijadwalkan menulis setiap hari, maka kita akan otomatis dipaksa menulis.

 

Kualitas menulis kita akan terus bertambah jika kita mendisiplinkan diri untuk menulis. Yang pentingbukan hanya tahu cara menulis tetapi praktiknya

 

Tulis dan selesaikanlah semua judul artikel terlebih dahulu. Jika masih ada sedikit kekurangan pada tulisan tersebut tidak mengapa. Pada  tahap ini yang terpenting adalah  menyelesaikan semua artikel sebagai draft buku. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna, karena masih ada langkah selanjutnya untuk menyempurnakan tulisan tersebut.

 

5. “R”

Langkah kelima adalah R. Revisi.

Jika semua artikel sudah selesai ditulis maka tahap berikutnya adalah merevisi dan menyempurnakan semua draft tulisan yang sudah dibuat. Apa saja yang perlu direvisi? Berikut beberapa hal yang perlu ditinjau ulang pada tahap revisi draft buku :

1) Data dan informasi yang kurang atau perlu ditambahkan lagi

2) Tata bahasa: disesuaikan dengan kaidah tata bahasa yang sesuai

3) Gaya tulisan: disamakan gaya tulisan dari awal hingga akhir sehingga diperoleh gaya bahasa yang sama dari awal hingga akhir buku.

4) Judul-judul artikel : buatlah judul-judul yang menarik dari draft tulisan yang sudah ada sehingga menjadikan pembaca penasaran akan penjelasan yang disampaikan dengan membaca judul yang ada.

 
 6. “P”

 Langkah keenam adalah P. Krimkan ke penerbit.

 

Setelah  mengirimkan naskah buku kepada penerbit, selanjutnya  tinggal menunggu kabar  apakah buku kita akan diterbitkan atau tidak.

Berikut beberapa yang menjadi pertimbangan penerbit ?

1) Paling utama penerbit akan mempertimbangkan apakah nanti bukunya laku atau tidak. Hal ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca, pertanyaannya berkisar :

- Apakah  buku kita dibutuhkan pembaca?

- Siapa yang butuh?

- Berapa banyak orang yang butuh?

- Buku kita menjawab kebutuhan apa?

Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang akan diterbitkan akan semakin besar. Oleh karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca.

2) Hal kedua adalah apa yang membedakan buku kita dibandingkan dengan buku sejenis?

 

Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal ini yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit.

 

3) Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apakah yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku? Dan kita sebagai penulis harus punya jawabannya. Misalnya, iklan di Medsos, Seminar, Pelatihan, Diskusi Buku, Membangun Komunitas, dan sebagainya. Yakinkan kepada penerbit bahwa buku mita akan laku dan dicari orang.

 

Apakah kita perlu membayar kepada penerbit? Tidak, kita tidak perlu membayar kepada penerbit. Bahkan kita akan mendapatkan uang ROYALTI. Pendapatan penulis buku dari royalti rata-rata adalah 10% dari buku yang terjual.

 

Bagaimakakah cara mengirimkan naskah buku kita?

 

- Naskah harus sudah jadi

 

- Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk.

 

Realted Posts

2 komentar:

  1. Kerenn..punya ciri khusus yg berbeda. Salam menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih. Maksud ciri khusus yang berbeda apanya ya Bu?

      Hapus

Post Top Ad