Post Top Ad

artikelArtikel Islami

Jika Berdoa, Jangan Abaikan Ini

 

Gambar: Flickr.com


Jika Berdoa, Jangan Abaikan Ini

Jika anda sedang dirundung masalah namun tak tahu harus minta apa, maka tak perlu bingung. Cukup minta satu, Rahmat-Nya. ‘’Ya Allah, beri aku RahmatMu”. “Ya Allah, rahmati aku”. “Ya Allah kucurkan kepadaku Rahmatmu”. “Ya Allah, Aku memohon RahmatMu”.


Selanjutnya, serahkan kepada-Nya. Karena Dia lebih tahu apa yang kita butuhkan. Sebab Dia memberi apa yang kita butuh, bukan yang kita minta. Karena kadang kita meminta sesuatu yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Ini bukan berarti tidak meminta yang dibutuhkan.


Kenapa harus minta Rahmat dari-Nya? Mungkin kisah Ashabul Kahfi bisa menjadi inspirasi dan pelajaran. Yakni kisah tujuh pemuda yag berlindung ke gua. Mereka  berdiam di gua tersebut selama 300/3009 tahun. Kisahnya diungkap dalam Surat al-Kahfi ayat 9-29 dan beberapa riwayat yang shahih.


Mereka adalah para pemuda beriman (fityatun amanu birabbihim) yang berhadap dengan rezim otoriter dan musyrik. Rezim musyrik memaksakan kesyirikan kepada seluruh rakyatnya. Dia tidak hanya memaksa, tapi juga menghabisi siapa saja yang menolak titahnya. Yang teguh memilih jalan Tauhid semuanya dihabisi.


Tercatatlah tujuh pemuda beriman yang pemberani. Mereka menolak perintah sang raja. Dan pada saat yang sama mereka beusaha menyelamatkan diri dengan ‘’masuk hutan” dan ‘’naik gunung” lalu masuk ke dalam gua (al-kahf). Dalam bahasa Arab Kahf adalah sebutan untuk gua yang terletak di atas gunung.


Dalam riwayat dikisahkan bahwa mereka beranjak dari kota masuk hutan atau naik gunung pada pagi hari.  Mereka sampai ke gua menjelang siang. Ketika masuk ke dalam gua untuk berlindung mereka beristirahat seraya berdo’a kepada Allah.


Jika saya dan anda yang berada dalam situasi darurat seperti ini, apa yang anda lakukan? Atau saat berdo’a dalam situasi demikian genting, apa yang diminta kepada Allah? Mohon keselamatan? Minta diberi kesaktian mandraguna agar dapat melawan hulubalang raja zalim yang mengejar dan mengintai?


Dalam kondisi yang mencekam sedemikian rupa, para pemuda itu memohon, “Rabbana Aa tina min ladunka rahmah wa hayyi’ lana min amrina rasyada”. “Ya Tuha kami, berikanlah kepada kami Rahmat dari sisiMu, dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus  bagi kami dan urusan kami”. (terj. Qs. 18:10).


Mereka ‘’hanya’’ meminta rahmat dan hidayah (petunjuk). Namun Allah Ta’ala selamatkan mereka dengan cara yang terduga. Allah menganugerahkan rahmatNya kepada mereka dengan cara, “Maka kami tutup telinga mereka dalam gua itu  selama beberapa tahun”. Yakni  tidurkan mereka selama 300-309 tahun.


Dengan cara inilah Allah selamatkan mereka. Bahkan dengan cara ini pula Allah jadikan mereka sebagai salah satu bukti kemahabesaran dan kekuasan-Nya.


Peristiwa ini mengandung banyak ibrah dan pelajaran. Diantaranya, Allah menolong dan menyelamatkan seseorang dengan cara yang kadang tidak diprediksi oleh manusia. Ketujuh pemuda beriman tersebut tak pernah membayangkan, mereka akan disematkan oleh Allah dengan cara tertidur selama tiga ratus tahun lebih.


Karena itu, jangan pernah lupa dan lalai untuk berdo’a memohon dua hal ini. Rahmat dan hidayah. Bukankah Allah telah menyatakan, “RahmatKu meliputi segala sesuatu”. Jika rahmat Allah maha luas, lalu mengapa kita mempersempitnya dengan “daftar permintaan” yang terkadang tidak kita butuhkan?


Kisah ini memberi pelajaran kepada kita, dalam situasi krisis yang mengintai, maka yang paling pertama terlontar dalam do’a-do’a kita adalah, “Rabbana atina min ladunka rahmah”. “Ya Allah karunia kami rahmatmu dari sisiMu”. Selanjutnya serahkan kepadaNya. Dia Maha tahu tentang apa dan bagaimana kita keluar dari krisis tersebut. Dia paling tahu apa yang masalahat bagi kita dalam situasi sulit tersebut. ‘’Ya Allah kucurkan kepada kami RahmatMu yang luas tak bertepi, dan  berikan kepada kami petunjukMu  sebagai panduan lurus bagi kami”. []

Bogor18/09/2020/10.30 WIB

Realted Posts

4 komentar:

Post Top Ad