Post Top Ad

artikelKelas Belajar Menulis

Membangun Brand Melalui Blog dan Media Sosial



Membangun Brand Melalui Blog dan Media Sosial

Malam ini, Jum’at (11/09/2020) kami peserta Belajar Menulis bersama Om Jay kembali mendapatkan asupan motivasi dan inspirasi dari narasumber yang dihadirkan Om Jay. Memang sejak awal gabung, saya menemukan dan menyimpulkan, walau dilaksanakan secara online via Whatsapp, kelas menulis yang digagas Guru Blogger Indonesia ini sangat berkelas. Luar biasa. Gratis dan sangat berkualitas. Narasumber dan fasilitator yang dihadirkan rerata orang-orang hebat.

 

Malam ini kami disuguhi menu ilmu dan pengetahuan serta keterampilan yang sangat penting, khususnya bagi seorang pendidik atau guru. Yaitu tentang branding dengan judul lengkap “Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial”. Sebuah topik yang di era digital dan disruptif ini menjadi sesuatu yang tidak selayaknya diabaikan begitu saja oleh para guru. Sebab sebagai pendidik guru sepantasnya menjadi produsen digital.

 

Sekilas tentang Narasumber

 Nara sumber dan fasilitatior “Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial” ini adalah Namin AB Ibnu Solihin. Beliau adalah founder motivatorpendidikan.com. Ayah empat @anaktanpagadget ini juga merupakan Pembicara Seminar Parenting, Konsultan Branding Sekolah dan Blogger Pendidikan.  Untuk mengenal  lebih dekat pembaca  bisa searching nama beliau Namin Ab Ibnu Solihin di Google. Atau bisa buka link berikut ini https://motivatorpendidikan.com/index.php/2015/08/29/profil-namin-ab-ibnu-solihin/.

 

Kapasitasnya sebagai motivator pendidikan, pembicara seminar parenting, dan konsultan branding sekolah dan Blogger Pendidikan tidak diragukan lagi. Jam terbang yang lumayan tinggi dan jumlah konten training yang beliau buat dan bagikan menjadi salah satu bukti akan hal itu.  Ia telah membagikan secara gratis lebih dari 250 materi training  di slideshare.net. Setiap   tahunnya slide ini  bisa dilihat oleh lebih dari setengah juta kali dan di download sekitar 7 Ribu kali. Linknya sebagai berikut https://www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak.

 

Awal Mula Membangun Brand Melalui Blog dan Medsos

 

Beliau mulai Ngeblog tahun 2007, melalui blogspot.com. saat  itu ia ngeblog untuk mengisi waktu luang saat istirahat mengajar. Tulisan di Blog juga masih sangat beragam, bahkan lebih banyak curahatan hati.

 

“Jadi saat awal-awal ngeblog saya tidak punya impian apa-apa dan tidak memiliki tujuan apa-apa, yah, pokoknya buat asyik-asyik saja dan agar waktu istirahat lebih bermanfaat”, ungkapnya.

 

Bahkan beliau pernah membuat lebih dari 10 blog melalui blogspot.com. sebagian  besar blog tersebut sudah dihapus dan sebagian lagi belum sempat dihapus karena lupa username dan paswordnya. “Saking banyaknya blog yang saya buat”, ujarnya.

 

BACA JUGA:

KAIDAH KEHIDUPAN: BALASLAH DENGAN YANG LEBIH BAIK

BERTUMBUH DENGAN MEMBACA


Hingga akhirnya disekitar tahun 2013   beliau  mengenal guraru.org, sebuah blog yang diisi oleh guru-guru kreatif dengan konten edukasi yang sangat menarik. Guraru.org setiap tahunnya juga memberikan penghargaan bagi para guru bloger yang berprestasi diantara para pemenangnya adalah yang sudah mengisi materi sebelumnya yaitu Pak.Agus Sampurno dengan Brandnya Guru Kreatif, Om Jay Wijaya Kusuma dengan Brandnya Guru Blogger dan Bang Dedi Dwitagama. Blog guraru.org kini masih ada tapi kegiatan forum menulisnya tidak ramai lagi.

 

“Dari ngeblog asal-asalan kemudian saya mulai memiliki semangat untuk berbagai melalui tulisan diblog keroyokan dan blog pribadi”, ungkapnya lagi.

 

Keinginan untuk menulis lebih baik lagi, akhirnya ditahun 2013  beliau memaksakan diri untuk mengikuti program Teacher Writing Camp angkatan ke-3, yang digagas oleh Om Jay dan teman-teman.

 

Pada tahun 2014 saya dan Om Jay bersama teman-teman menggagas berdirinya Komunitas Sejuta Guru Ngeblog. Selanjutanya sepanjang tahun 2014-2015 beliau bersama Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan Pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetabek.

 

“Program ini kami gagas dalam menggerakan agar guru-guru mau menulis dan menggunakan internet dan teknologi sebagai pembelajaran. Selain itu kami juga memiliki impian agar para guru bisa aktif berkontribusi menjadi produsen digital dengan cara menulis konten edukasi setiap harinya”, jelasnya.

 

Menurutnya sudah saatnya guru menjadi produsen digital bukanlah lagi konsumen digital. Karena saat ini banyak sekali konten pornografi yang setiap harinya bisa menjadi monster dan predator yang sangat menyeramkan, yang bisa menyerang orang dewasa dan juga anak-anak.

 

Indonesia termasuk Negara yang mengakses pornografi paling besar di dunia, kondisi seperti ini bisa menghancurkan masa depan generasi bangsa.

“Disinilah peran kita sebagi guru, berkontribusi menyelematkan generasi bangsa dengan membuat konten edukasi yang kreatif”, tandasnya.

 

 

Tahun 2014 juga merupakan awal mula beliau beliau membangun Branding lewat blog. Perjalanan saya membangun Branding bisa dibaca di profil beliaau di atas. Singkatnya akhirnya pada tahun 2015 ia melaunching www.motivatorpendidikan.com. Seluruh konten tulisannya berisikan berbagai jenis program training yang saya isi. Sebelum website tersebut di launching, beliau juga banyak mencurahkan gagasannya  tentang pendidikan di Blog https://motivatorkreatif.wordpress.com.

 

Sungguh-Sungguh Membangun Brand

 

“Membangun   branding memang tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan”, ungkapnya.

 

Menurutnya membangun Branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki.

“Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya. Membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan”, terangnya.

 

Beliau  memandang bahwa, “menulis konten kreatif di Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati”.

 

“Kala mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut”, jelasnya. Hingga akhirnya ketika orang (misalnya berbicara "Motivator Pendidikan" mereka, Akhirnya akan mengingat "Namin AB Ibnu Solihin".

 

Menulis dan membangun Branding telah mengantarkan beliau keliling Indonesia. “Saya telah mengisi training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang.

 

What is Brand and Branding?

Kita sering mendengar istilah Brand dan Branding, walau sepertinya mirip tapi sebenarnya memiliki perbedaan. Brand adalah merek yang dihasilkan melalui branding, lalu branding itu apa dong?

 

“Branding adalah proses atau strategi yang dilakukan untuk membangun hubungan dengan para pembaca blog atau media sosial yang kita miliki”, jelasnya.

Contoh membangun Brand dan Branding adalah sebagai berikut :

Contoh : Brand (Merek) Blog dan istagram motivatorpendidikan.com :

1.     Nama Blog dan Instagram : motivatorpendidikan.com

2.     Identitas (Logo dan tulisan dominan warna merah, yang mencerminkan nilai semangat)

3.     Fokus pada dunia pendidikan (Training, Seminar dan Worksop)

4.     Fokus Materi ( Training Guru Kreatif, Seminar Parenting, Motivasi Pelajar dan Mahasiswa, Branding Sekolah)

5.     Konten tulisan berisi artikel pendidikan dan foto-foto kegiatan training.

Contoh: Strategi yang dilakukan dalam membangun Branding Blog dan instagram motivatorpendidikan.com dengan cara :

1.     Membuat blog dan media sosial yang mudah dibaca dan diingat oleh orang yaitu motivatorpendidikan.com

2.     Mengisi konten Blog dan Media sosial dengan tulisan – tulisan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, sehingga segmentasi jelas, bahwa pembaca yang akan berkunjung adalah mereka yang membutuhkan konten tersebut.

3.     Membuat poster dan video yang berkaitan dengan motivasi pendidikan.

4.     Membuat kaos yang bertuliskan motivatorpendidikan.com

5.     Mengadakan pelatihan Gratis dari motivatorpendidikan.com sebagai sarana memperkenal Brand (merek)

6.     Mengadakan perlombaan menulis buku yang diselenggarakan oleh motivatorpendidikan.com

7.     Membagikan secara gratis ribuan video pendidikan kepada para follower atau peserta kegiatan seminar.

 

Unsur-unsur dalam branding diantaranya adalah:

a. Nama merek atau brand : Motivatorpendidikan.com

b. Logo (Tulisn dan Logo ).

c. Tampilan visual Blog dan Medsos (lihat website motivatorpendidikan.com, Simple, informati dan SEO Friendly).

d. Juru bicara (Namin AB Ibnu Solihin : Founder motivatorpendidikan.com).

e. Suara (Memiliki ciri khas ketika membuka sebuah training).

f.Slogan/Tagline/Akronim: Teacher Learning Partners).

Jika kita sudah berhasil membangun Branding, maka kita sebagi founder secara personal juga terbangun brandingnya, maka dikenal dengan istilah personal branding. Public akan mengenal dari merek kita, cara bicara kita, pembawaan kita saat menyampaikan seminar, dan cara berpakaian.

“Personal Branding dari merek yang kita miliki, eh kamu tahu tidak website motivatorpendidikan.com, oh aku tahu tuh itu kan yang punya Pak.Namin AB Ibnu Solihin”, ujaranya mencontohkan.

Menurutnya kalau mau membangun branding  harus totalitas dari banyak hal. Termasuk  nama email contoh : infomotivatorpendidikan@gmail.com. Artinya nama email bukan asal-asalan dan bukan sekadar identitas, tapi juga menjadi bagian dari brand seseorang.

 

Langkah  selajuntnya adalah beliau memberi  tantang teman-teman untuk bisa membangun branding sendiri melalui blog dan media sosial, silahkan isi bagian di bawah ini :

 

Nama Blog :

Nama Instagram :

Alamat Email :

Warna Khas :

Slogan/Tagline/Akronim :

Fokus konten :

Target pembaca :

 

Strategi membangun Branding :

Juru bicara : ( Contoh Wijaya Kusumah Founder KSGN)

 

Baik silahkan  dan selamat berlatih.


Realted Posts

23 komentar:

  1. Keren...,juara... Resumenya sudah mengudara, kalimatnya renyah enak untuk dibaca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih atas kunjungan dan komentarnya.

      #Salamliterasi

      Hapus
  2. Siip. Ayo semangat terus menulis utk kita dan semuanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih ats kunjungan dan komentarnya..#Salamliterasi

      Hapus
  3. Ihhh... Cepat Sekali...
    Luuaaarrr Biaaasaaaa

    Cihuyyy

    BalasHapus
  4. setelah searching ternyata penulisan yang benar bukan "nara sumber" tetapi "narasumber" tanpa pemenggalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih atas kunjungan dan krisannya.

      Jika berkenan, mampir di tulisan terbaru pagi ini. https://www.almunawy.id/2020/09/kaidah-kehidupan-balaslah-dengan-yang.html

      Hapus
  5. siap belajar memnbagun persoanl branding

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih Om Jay, sudah mempertemukan kami dengan para narasumber hebat dan inspiratif.

      Trimakasih juga atas kunjungan dan komentarnya.

      Hapus
  6. Semangat belajar terus.. keren resume nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih atas kunjungan dan komentarnya.


      #Salamliterasi

      Hapus
  7. Semakin keren resume nya 👍👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih dah mampir dan berkomentar

      #Salamliterasi

      Hapus

Post Top Ad