Post Top Ad

Bahan AjarSejarah

Sejarah| 6 Jenis Penullisan Sejarah



Pada masa lalu, sejarah pada umumnya ditulis dalam bentuk kronik atau berdasarkan urutan waktu. Peristiwa pada satu waktu tertentu, misalnya, satu tahun tertentu diinventarisasi kemudian dituliskan secara kronologis. Peristiwa itu akan terhenti penulisannya kalau sudah melewati batas tahun yang bersangkutan. Satu potongan cerita seringkali tidak dihubungkan dengan peristiwa terkait pada tahun sebelum atau sesudahnya sehingga penulisan sejarah tidak menghadirkan suatu cerita yang utuh. Penulisan sejarah model ini sering disebut “kronik”.

 

Model penulisan sejarah seperti ini sudah tidak digunakan lagi pada penulisan sejarah kontemporer. Penulisan sejarah kontemporer pada umumnya sudah menentukan satu bagian cerita apa yang akan dituliskan, apakah cerita tentang suatu daerah tertentu, satu wilayah tertentu, satu orang tertentu, atau satu peristiwa tertentu. Urutan waktu (kronik) tidak lagi ditulis secara ketat dan rigid, melainkan digunakan sebagai patokan sej arawan untuk melihat mana peristiwa yang lebih dahulu terjadi dan mana yang belakangan. Berikut beberapa model penulisan sejarah yang umum dibuat pada masa sekarang.

 

1. Sejarah Dunia

 

Sejarah dunia adalah jenis penulisan sejarah yang tidak membatasi kisahnya pada teritori atau wilayah tertentu. Sejarah jenis ini menjadikan seluruh wilayah yang terjangkau di dunia ini sebagai objek bahasannya. Modelnya beragam. Ada yang mengompilasi (mengumpulkan) sejarah sejarah penting di setiap wilayah di dunia. Ada juga yang mengungkapkan peradaban-peradaban paling maju sepanjang sejarah umat manusia sehingga tidak jarang wilayah yang tidak pernah memiliki peradaban maju tidak disinggung-singgung di dalamnya.

 

Bukan pekerjaan yang mudah untuk menulis sejarah dunia. Namun, banyak sejarawan yang terobsesi untuk menuliskan sejarah dunia. Sejarah dunia adalah penulisan sejarah yang ingin mengungkapkan sejarah yang dilalui oleh dunia ini. Bila perlu para sejarawan ingin mengungkapkan apa yang terj adi di muka bumi ini, bahkan sej ak bumi ini ada.

 

2. Sejarah Regional

Yang dimaksud regional di dalam penulisan sejarah pada umumnya adalah satu kawasan tertentu yang terdiri dari beberapa negara, namun dibatasi oleh satu batas teritorial tertentu. Contohnya kawasan Asia, Eropa, Amerika, Pasiiik, Afrika, Asia Tenggara, Asia Barat, Asia Timur, Anak-Benua India, Eropa Barat, Amerika Selatan, Afrika Utara, dan sebagainya.

 

Ada beberapa karya sejarah yang secara khusus menuliskan sejarah berdasarkan satu batas geografis tertentu yang menyatukan beberapa negara sekaligus. Untuk kawasan Asia Tenggara, misalnya, D.G.E. Hall menulis History of South East Asia. Buku ini tidak hanya berisi penjumpaan sejarah negara-negara yang masuk dalam teritori ini, namun juga dilihat bagaimana hubungan di antara wilayah-wilayah yang ada di kawasan ini.

 

3. Sejarah Nasional

Fenomena penulisan yang dibatasi oleh teritori negara tertentu baru muncul setelah marak berdirinya negara-negara bangsa (nation state) di seluruh dunia sejak abad ke-18. Sebelumnya, sejarah satu wilayah tertentu biasanya difokuskan hanya pada sejarah kota-kota tertentu. Setelah timbul suatu negara nasional, barulah ditulis sejarah menyangkut wilayah-wilayah yang tercakup dalam negara itu.

 

Contohnya penulisan sej arah Indonesia. Sebelum Indonesia diproklamasikan, belum ada penulisan sejarah nasional Indonesia. Kalaupun ada hanyalah penulisan-penulisan sejarah kota-kota tertentu atau kerajaan-kerajaan tertentu. Pada waktu pemerintah Belanda resmi menjadi penguasa di wilayah yang sekarang menjadi Indonesia sejak tahun 1800 M, sudah ada penulisan sejarah menyangkut wilayah yang dikuasainya.

Namun, karena waktu itu belum ada negara bangsa (nation state) Indonesia, maka tidak dapat dikategorikan sebagai sejarah nasional. Ada buku sejarah yang berjudul Geschiedenis van Nederlandsch-Indie (Sejarah Hindia Belanda) yang ditulis sebelum Indonesia berdiri. Buku ini tidak dapat dikategorikan sebagai sejarah nasional sekalipun menceritakan wilayah-wilayah yang sekarang menjadi Indonesia. Sejarah seperti itu disebut sejarah kolonial karena lebih banyak menceritakan sepak-terjang negara kolonial Belanda di wilayah Indonesia. Sej arah nasional sendiri berkenaan dengan suatu negara-bangsa tertentu yang mendeklarasikan kemerdekaan bangsanya dan berkuasa atas diri mereka sendiri. Sejarah-sejarah yang ditulis berkenaan dengan itu dapat disebut sebagai sejarah nasional. Di Indonesia, misalnya, ada buku seperti Sejarah Nasional Indonesia (6 jilid) yang ditulis secara kolektif oleh sejarawansejawaran Indonesia. Ada juga buku Sejarah Indonesia Modern yang ditulis oleh M. C. Ricklefs, dan sebagainya.

 

4. Sejarah Lokal

Seperti tergambar dari namanya, model penulisan sejarah ini menyangkut satu daerah tertentu yang merupakan bagian dari suatu negara misalnya sejarah Jawa Barat, sejarah Sunda, sejarah Jawa Tengah, sejarah Madura, sejarah Maluku, sejarah Bima, dan sebagainya yang merupakan bagian dari “Indonesia”. Wilayah-wilayah tersebut disebut lokal karena menjadi bagian dari Indonesia. Bila wilayah yang bersangkutan memisahkan diri dan menjadi negara

 

nasional sendiri seperti Timor Timur (sekarang Timor Leste), maka penulisan sejarah menyangkut daerah itu sudah tidak dapat lagi dikatakan sebagai sejarah lokal. Penulisan sejarah Timor Leste saat ini sudah termasuk dalam penulisan sej arah nasional untuk Timor Leste. Saat masih menjadi bagian dari Indonesia, sej arah Timor Timur termasuk sej arah lokal.

 

5. Sejarah Tematis

Selain dapat dituliskan berdasarkan suatu batas geografis dan teritorial tertentu, sej arah pun dapat ditulis berdasarkan tema-tema tertentu, baik agama, sosial, budaya, ekonomi, politik, hobi, dan sebaginya. Oleh sebab itu, akan ditemukan misalnya: Sejarah Islam, sejarah Kristen, sejarah pemerintahan, sejarah kejahatan, sejarah perkebunan, sejarah ekonomi, sejarah pengobatan, sejarah hukum, sejarah tafsir, sej arah hadis, dan bahkan sejarah sepakbola.

 

Sejarah tematis ini merupakan salah satu yang memperlihatkan bahwa sejarah merupakan disiplin ilmu yang akan ada dalam setiap aspek keilmuan dan kehidupan. Setiap ilmu pengetahuan pasti akan memanfaatkan sejarah untuk menyusun disiplin keilmuannya. Oleh karena itu pula, sejarah merupakan salah satu disiplin ilmu terbuka yang akan dengan mudah dipelajari oleh siapa saja yang mau menekuni dan mendalaminya. Ilmu sejarah akan dapat bersambung dengan ilmu apa saja atau aktivitas apa saja. Setiap ilmu dan segala aktivitas dapat dituliskan sej arahnya.

 

6. Biografi dan Otobiografi

Biografi adalah kisah mengenai perjalanan hidup seseorang sejak dilahirkan hingga meninggal. Dalam bahasa Arab lebih dikenal dengan istilah sirah atau tarjamah. Bila kisah itu ditulis sendiri disebut sebagai “otobiografi”. Penulisan sejarah model ini merupakan model penulisan sejarah paling tua yang sampai sekarang masih dipertahankan. Bahkan, boleh dikatakan pada mulanya sejarah ditulis berkenaan dengan biografi orang orang besar tertentu.

 

Berbagai biografi dengan model dan gaya penulisan yang beragam dapat ditemukan hampir di setiap zaman. Tujuan penulisannya pun beragam. Ada yang benar-benar ingin menyajikan tokoh panutan seperti para penulis biografi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (sirah Rasulullah). Pribadi beliau dilukiskan sedemikian rupa dari berbagai macam sudut agar dapat diteladani oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, sejak pej abat hingga rakyat jelata. Ada pula yang menulis biografi hanya untuk kepentingan keluarga, untuk menjilat, untuk menokohkan seseorang, dan sebagainya. []

Realted Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad