Post Top Ad

Nasehat Guru

Guru Itu Gajinya Sedikit, Tapi . . .

Ilustrasi, Sumber: Radar Bogor


Guru kami, Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin, M.Si, pernah mengatakan, "Guru itu sedikit gajinya, tapi banyak rezkinya". 


Kata-kata ini selalu terngiang di benak saya secara pribadi. Saya merasakan, ini merupakan nasehat dan motivasi bagi kami dan mungkin bagi seluruh guru dan pendidik. 


Faktanya memang iya. Gaji guru itu sedikit. Apalagi guru yang non PNS (Pegawai Negeri Sipil). Juga bagi guru sekolah swasta yang dikelola Yayasan yang ''tidak kaya". Apalagi  guru honorer di sekolah swasta. Lebih sedikit lagi. Kecuali sekolah swasta  milik yayasan yang besar dan ''kaya". 


Akan tetapi, guru itu banyak rezkinya, sebagaimana kata Prof Didin. Sebab rezki itu bukan hanya gaji. Dan atau, rezki itu tidak harus berupa uang. Kesehatan, anak murid juga rezki. Walau kadang terkesan merepotkan dan melelahkan.


BACA JUGA:

GURU BUKAN TUKANG NGAJAR BAYARAN

SERIAL GURU PEMBELAJAR


Tapi sejatinya murid atau peserta didik adalah ladang kebaikan. Lahan basah investasi jangka panjang. Boleh jadi, satu kata dan sepotong kalimat yang diajarkan kepada seorang murid menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir sepanjang hayat. 


Bukanlah Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyampaikan dalam sabdanya, "Jika anak cucu Adam meninggal dunia, maka terputus (pahala) amalannya, kecuali tiga, (salah satunya adalah) ilmu yang dimanfaatkan". 


Ini adalah peluang besar bagi para guru dan pendidik. Ilmu yang diajarkan kepada para murid akan menjadi bekal mereka dalam mengarungi kehidupan. Ilmu yang dipeoleh dan dimanfaatkan para murid akan jadi investasi jangka panjang di dunia dan di akhirat. 


Belum lagi keberkahan hidup para guru berkat doa tulus para murid. Berkah inilah yang juga meruapakan rezki tak ternilai bagi para guru. Sehingga benar kata Kyai Didin, "guru itu sedikit gajinya, tapi banyak rezkinya". 


Selamat buat para guru. Terus jaga niat dan semangat. Niat dan semangat berbagi ilmu. Niat tulus mendidik generasi penerus perjuangan. 


#SalamLiterasi

Realted Posts

7 komentar:

  1. Bangga menjadi guru, Pak. Rezeki yang ada diterima dan disyukuri.
    Produktif sekarang.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah. InsyaAllah berkah.
    Trimakasih Pak atas kunjungan dan komentarnya.
    #Salamliterasi
    #SalamBlogger

    BalasHapus
  3. Jadi teringat tausyiah Gus Qoyyum Lasem. "Mengapa putra- putri guru itu banyak yang pintar? Itulah yang namanya keberkahan. Allah berikan keberkahan itu sebagai balasan kepada para guru yang ikhlas berbagi ilmu kepada siswa".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar. Tadinya pengen nulis soal ini. Teman-teman saya yang anak anak guru, rata rata cerdas-cerdas dan baik. Berkah

      Hapus
    2. Komentar Ibu saya ulas sekilas di sini: https://www.almunawy.id/2020/10/komentar-pilihan-berkahnya-hidup.html

      Hapus
  4. Apalagi guru di pondok...

    #berkah guru

    BalasHapus

Post Top Ad