Post Top Ad

Kelas Belajar Menulis

Tiga Langkah Praktis Memulai Tulisan

 

 


Tiga Langkah Praktis Memulai Tulisan

Banyak orang ingin menjadi penulis. Namun kadang tidak tahu bagaimana memulainya. 

Blogging atau menulis di blog merupakan salah satu cara membangun dan melatih kebiasaan menulis. Ini salah satu tips yang disampaikan Mas Pepih Nugraha dalam salah satu sesi kelas menulis online bersama OmJay. 

Menulis blog atau blogging adalah menulis kehidupan yang ringan, yang terjadi sehari-hari, baik yang kita alami maupun orang lain yang mengalaminya. Alangkah baiknya kita mula merekam, mencatat dan menuliskan setiap peristiwa yang kita alami, kemiudian menuliskannya sebagai sebuah tulisan laporan (citizen journalism), permenungan (opini) dan lain-lain.

 

Ibarat bermain sepeda, blogging juga harus dilatih setiap hari. Agar saat menaiki sepeda keseimbangan tetap terjaga, maka kita harus mengayuh pedal sepeda untuk mencari keseimbangan secara terus-menerus. Artinya, jangan pernah berhenti menulis.

 

Menulis blog paling efektif lari dari kepakaran dan kesukaan kita, “escaping” ke dunia apapun yang kita alami dan rasakan. Setelah escape, kemudian menulis apa saja (free writing), lakukan setiap hari. Lama-lama akan menemukan pola dan menganggap menulis sebagai kewajiban.

 

Demikian pengantar saya, selanjutnya dieksplor saat latihan menulis.

 

 

Menurutnya semua yang dipikirkan, dialami, dirasakan, dan dikhayalkan dapat dijadikan tulisan. 

“Apa yang kita lihat menjadi berita. Apa yang kita pikirkan menjadi opini”, ungkapnya.

Di blog kita bisa menulis apa yang kita lihat dan apa yang kita pikirkan.

 

Demikian pula, “Apa yang kita rasakan bisa jadi puisi dan apa yang kita bayangkan bisa jadi cerita fiksi”.

Yang perlu kata dia  adalah menulis semua gaya itu dalam free writing.

Orang sering bertanya, bagaimana memulai menulis?

Pertama, gunakan kalimatbtanya. Misalnya, Benarkah Pandemi Covid-19 tidak akan berakhir dalam waktu dekat? Cara membuka tulisan dengan pertanyaan itu paling mudah.

Selanjutnya yang kedua, jadikan kalimat pertanyaan itu menjadi kalimat pernyataan biasa menjadi: Pandemi Cobid-19 diperkirakan tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

Ketiga, dengan kutipan, bisa dari orang terkenal atau dari kitab suci. Misalnya.... Kebersihan sebagian dari iman. Atau “Pena wartawan lebih tajam dari pedang’, kata Napoleon Bonaparte.

 

 

Realted Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad