Post Top Ad

artikelLesson Learned

Lesson Learned: Mengapa Menunda Pekerjaan?

 


Lesson Learned: Mengapa Menunda Pekerjaan?

 

Pekan lalu, Selasa-Kamis (17-19/11/2020) saya mengikuti pelatihan pengasuh asrama yang digelar Kaffa Institute di Solo Jawa Tengah. 


Salah satu pelajaran menarik dari  kegiatan bernama Daurah Ta’hiliyah Li Musyrifi Syu un Thullab (Dormitory Educator Academy) ini adalah tips menjadi pribadi produktif.


Kiat menjadi produktif ini merupakan bagian dari penjelasan tentang kriteria  jujur sebagai salah satu sikap positif dan inspiratif yang harus dimiliki seorang guru atau pengasuh santri di asrama.


Sebelum lanjut, ada 7 sikap positif dan inspiratif yang harus dimiliki guru/pengasuh/musyrif teladan, yaitu (1) disiplin, (2) jujur, (3) bertanggung jawab, (4) berperan menjadi ayah, (5) peka, (6) bijak mengelola emosi, dan (7) berperan sebagai ayah.


Tulisan singkat ini hanya akan mengemukakan beberapa poin penting terkait dengan ‘’menjadi pribadi prdoktif’.


Menjadi pribadi produktif dapat terwujud dalam diri seseorang, jika seseorang membiasakan diri tidak menunda pekerjaan, berani mengubah kebiasaan negatif, serta fokus dan konsentrasi.


Tidak Menunda


Menunda-nunda pekerjaan merupakan bala tentara Iblis yang menghambat pduktifitas dalam kebaikan. Orang yang terpapar penyakit ini biasanya sengaja mengulur waktu hingga terdesak deadline. Biasanya menerapkan konsep kerja SKS alias sistem kebut semalam. Pekrejaan memang seelsai. Tapi tidak maksimal dan tidak produktif. Hasilnya tidak maksimal. Dan dipastikan ada aktivitas dan pekerjaan lain yang terganggu dan tertunda.


Menunda dan Mendiamkan Masalah

Orang yang suka menunda juga biasanya cenderung suka mendiamkan masalah. Sebab dampak dari menunda adalah suatu pekerjaan tidak selesai sesuai target. Deadline makin dekat, tapi pekerjaan belum dimulai sama sekali. Bingung bagaimana mengerjakannya. Akhirnya diam dan atau mendiamkan pekrjaan  tersebut. Parahnya lagi, berharap pekerjaan itu selesai dengan sendirinya.


Menunda karena belum waktunya

Menunda kadang juga disebabkan faktor lain, bukan karena sengaja menunda dan mengulur. Tapi lebih karena persepsi keliru tentang suatu pekerjaan. Misalnya belum mau bertindak karena merasa waktunya kurang tepat. Akhirnya menunda. Tapi dampaknya terdesak deadline. Ketika terdeak deadline pekrjaan dilakukan asal-asalan sekadar sebagai penggugur kewajiban. Bahkan boleh jadi kadang pekerjaan itu tidak dikerjakan sama sekali atau didiamkan dan berharap selesai dengan sendirinya.


Mendahulukan Pekerjaan yang Mudah

Menunda pekerjaan kadang terjadi karena sebab lain seperti mendahulukan pekerjaan yang dianggap mudah walaupun kurang penting dan tidak mendesak.  Sehingga tugas utama tertunda dan terbengkalai. Lagi-lagi dampaknya menghilangkan produktifitas kerja.


Memilih yang Menyenangkan

Faktor lain yang juga membuat seseroang tergoda untuk menunda pekerjaan adalah memilih pekerjaan yang lebih menyenangkan. Tapi pekerjaan yang memiliki prioritas tinggi  diabaikan. Sehingga saat deadline tiba pekrjaan prioritas belum selesai. Atau  selesai tapi tidak sesuai harapan.


Alhasil menunda menghambat produktifitas. Karena penundaan merupakan pencuri waktu. Bahkan pembunuh kehidupan.

 

Lalu apa solusinya?

Baca di sini. []

#dea4

#Kaffa

 

Realted Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad