Post Top Ad

Al-Qur'anartikelArtikel Islami

Makna “Tidak Ada Paksaan dalam Beragama” Menurut Imam Ibnu Katsir

 


Makna “Tidak Ada Paksaan dalam Beragama” Menurut Imam Ibnu Katsir

Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah terdapat satu ayat yang berbunyi, “La Ikra fid Din”, yang biasa diterjemahkan menjadi, “Tidak ada paksaan dalam(menganut) agama Islam”.

 

Sebagian orang ada yang memahami bahwa maksud ayat tersebut adalah larangan memaksa seorang Muslim untuk mengerjakan perintah ajaran Islam.


Sementara di sisi lain dalam syariat Islam ada anjuran untuk menyuruh kepada kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari kemunkaran (nahyi munkar).


Seringkali amar ma’ruf nahyi munkar dianggap sebagai pemaksaan dalam bergama. Amar ma’ruf dianggap pemaksaan melakukan perintah agama, dan nahyi munkar dipandang sebagai pemaksaan meninggalkan sesutu.


Kadangkala pelaku kemunkaran dan pembelanya juga berdalih dengan kebebsan berekspersi.  Walau tahu sadar bahwa apa yang dilakukan tersebut bertentangan dengan agama. Tapi kan “tidak ada paksaan dalam beragama”.


Benarkah demikian?

Bahwa tidak boleh ada paksaan melakukan kewajiban dalam beragama. Atau tidak boleh memaksa orang lain meninggalkan sesuatu atas nama agama?

Lalu bagaimana maksud dari “La Ikara fid Din” dalam ayat di atas?


Baca Juga:

Program Orangtua Asuh Santri Tahfidz

PPDB SMA Al-Qur'an Wahdah Islamiyah Cibinong

17 Kaidah Pratktis Menhafal Al-Qur'an Menurut Syaikh Nashir Al-Umar (bag.2)


Untuk lebih jelasnya, pada tulisan ini penulis ketengahkan penjelasan salah satu Mufassir terkemuka, al Imam Imaduddin Abul Fida Ismail bin Umar bin Katsir la-Qurasyi ad Dimasyqi dalam kitabnya Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim.


Al-Hafidz Ibnu Katsir menjelaskan bahwa makna “La Ikraha fid Din” adalah, “Janganlah kalian memaksa seseorang untuk masuk ke dalam agama Islam”. Jadi maksudnya adalah larangan memaksa manusia memeluk agama Islam.


“Sebab (agama Islam itu) jelas  dan nampak bukti-bukti kebenarannya”, jelasnya. Sebagaimana ditegaskan pada frasa ‘’qad tabayyanar rusydu minal ghayy; telah tampak (perbedaan antara) jalan kebenaran dengan jalan yang sesat”.


“Sehingga tidak butuh memaksa seseorang untuk masuk ke dalamnya”. Lanjutnya.


“Bahkan siapa yang diberi hidayah oleh Allah, dilapangkan dadanya, dan diterangi pandangannya untuk mengimani Islam maka akan masuk Islam secara jelas”, terangnya.


Sebaliknya, “siapa yang buta hatinya serta tertutupi pendengaran dan penglihatannya maka tidak ada gunanya dia masuk Islam secara terpaksa”.  []

 

Dengan demikian,makna la ikraha fid din adalah, manusia tidak patut dipaksauntuk masuk Islam. Sebab kebenaran Islam berserta bukti dan argumen kebenarannya sangat jelas.

 

 

Realted Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad