Post Top Ad

artikel

Berapa Gaji yang Layak untuk Guru Al-Qur’an?

 

Berapa seh gaji yang layak untuk seorang guru Al-Qur’an?


Sebenarnya mengajarkan Al-Qur’an bukanlah profesi untuk mencari harta. Karena belajar dan mengajarkan al-Qur’an merupakan ibadah. Ibadah tentu saja tidak pantas dijadikan sebagai profesi mencari uang.


Oleh karena itu dalam pembahasan ‘’adab pengajar Al-Qur’an” dijelaskan, mengajarkan Al-Qur’an dengan niat dan tujuan cari harta termasuk perbuatan tercela.


Akan tetapi bukan berarti tidak boleh menerima imbalan atau dari mengajarkan Al-Qur’an. Tidak berarti pula bahwa pembelajaran al-Qur’an serba gratis dan tanpa berbayar sama sekali. Sebab proses pembelajaran membutuhkan dukungan sarana dan prasarana serta fasilitas.


Demikian pula dengan pengajarnya. Jika mereka adalah orang-orang waktunya terikat waktunya untuk mengajarkan Al-Qur’an maka menerima imbalan berupa upah dari profesi mengajarkan Al-Qur’an tidak dapat dielakkan.

Justru di satu sisi, memberi upah yang layak bagi guru Qur’an merupakan bentuk pemuliaan terhadap Al-Qur’an dan ahlul Qur’an. Karena imbalan tersebut merupakan dukungan terhadap aktivitas mengajar mereka.


Lalu, berapa upah yang layak bagi guru Al-Qur’an?


Sore tadi saya menemukan tulisan menarik dari sudara JenjangWaldiono di akun facebook https://m.facebook.com/jenz.waldiono. Tulisan  disertai tangkapan layar dari saudara Roy Anwar yang juga berbicara tentang fenomena gaji guru Qur’an yang jauh dari kata layak.

Pada tulisan ini saya cantumkan secara utuh tulisan dari saudara Jenjang:

***


GURU AL-QUR'AN

Imam Abu Hanifah mengundang seorang guru untuk mengajari putranya menghafal Al Qur`an. Maka tatkala sang putra berhasil menghafal Al Fatihah Imam Abu Hanifah memberikan kepada guru itu 1000 dirham. “Saya belum melakukan apa-apa, sehingga Anda perlu memberikan harta ini” kata sang Guru tsb.

 

“Anda menganggap sepele apa yang telah Anda ajarkan kepada anak saya, kalau seandainya aku memiliki lebih banyak dari itu maka aku akan memberikan kepada Anda sebagai bentuk pengagungan saya terhadap Al Qur`an”, kata Imam Abu Hanifah. (Manaqib Al Imam Al Adzam li Al Qurdi, 1/253)

 

Renungan:

Imam Abu Hanifah memberikan 1.000 dirham kepada guru ngaji tsb setelah mengajarkan Al-Fatihah.

1.000 x Rp 79.205 = Rp 79.205.000,00

Dan sekiranya sang Imam mempunyai harta lebih pasti diberikan semuanya sebagai penghormatan Imam terhadap Al Qur'an.




 

***

Masya Allah.

Benar, bahwa mengajarkan Al-Qur’an itu ibadah dan jihad. Tidak pantas dilandasi oleh motovasi duniawi. Tapi pihak yang memanfaatkan jasa mereka, apalagi sampai mempekerjakan mereka full time harusnya memberikan imbalan yang layak. Paling tidak sesuai kadar waktu dan tenaga yang mereka kerahkan.

Apalagi jika suatu lembaga pendidikan berbayar, seperti dikatakan oleh saudara Roy Anwar.

Realted Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad