Post Top Ad

 


 Selain disebut sebagai syahrus Siyam (bulan puasa) Ramadhan disebut pula sebagai syahrul qur’an (bulan Al-Qur’an). Sebab Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan. Selain itu, di samping pusa amalan  lain yang dianjurkan pada bulan Ramadhan adalah mempebanyak bacaan Al-Qur’an.

 

Perhatian  Nabi Muhammad  terhadap al-Quran meningkat pesat pada bulan Ramadhan. Hal ini karena beberapa sebab:

 

Pertama, Permulaan Turunnya al-Quran Pada Bulan Ramadhan

Malam turunnya Jibril kepada Nabi (menyampaikan) firman Allah; 

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ [٩٦:١] خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ [٩٦:٢] اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ [٩٦:٣] الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ [٩٦:٤]

Bacalah dengan (menyeut) nama Tuhanmu yang menciptakan,Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha mulia, Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq[96]:1-4).

Persitiwa turunnya ayat ini pada bulan Ramadhan, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Ishaq dan Abu Sulaiman Ad Dimasyqy yang dikutip oleh Ibnul Jauzy dalam kitabnya Zaadul Masir Fiy ‘Ilmittafsir, ketika menafsirkan perkataan Allah,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

Bulan Ramadhan dalah bulan yang (di dalamnya) diturunkan al-Quran …” (QS. Al-Baqarah[2] :185).

 

Maksudnya penurunan Al Qur’an dimulai pada bulan Ramadhan.

Dan boleh jadi hal ini juga merupakan makna firman Allah,

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ [٤٤:٣]

Sesungguhnya kami menurunkan al-Quran pada malam yang diberkahi, sungguhkamilah yang memberi peringatan.” (QS. Ad-Dukhan[44]:3).

 

Dan firman Allah Ta’ala,

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ [٩٧:١]

Sesungguhnya kami menurunkan Al qur’an pada malam kemuliaan (Lailatu qadri).” (QS. Al- Qadr[97] : 1).

Sedangkan Lailatul Qadri pada bulan Ramadhan.

 

Kedua, Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Quran dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia

 

Sebagaimana hal ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan ditegaskan oleh para salaf bahwa al-Quran diturunkan dari Lauhul Mahfuz dan diturunkan ke Baitul izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadri di bulan Ramadhan, kemudian diturunkan kepada Rasulullah secara terpisah berdasarkan kejadian dan kondisi yang ada, sebagaimana sudah diketahui dalam masalah Asbabun Nuzun atau sebab turunnya suatu ayat.

 

Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, “Sesungguhnya Suhuf Ibrahim diturunkan pada hari pertama Ramadhan, sedangkan kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa pada 6 Ramadhan, Zabur diturunkan kepada Nabi Daud pada 12 Ramadhan, kitab injil diturunkan kepada Nabi ‘Isa pada 18 Ramadhan, adapun al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad pada 24 Ramadhan.

 

 

Ketiga, Jibril mendatangi beliau setiap malam pada bulan Ramadhan dan membacakan al-Quran kepadanya

 

Sebagaimana hal ini diterangkan dalam sebuah hadits dalam shahihain dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

 

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن ، فلرسول الله صلى الله عليه وسلم أجود بالخير من الريح المرسلة

 

Rasulullah adalah manusia yang paling dermawan dan beliau semakin bertambah dermawan pada bulan Ramadhan, ketika didatangi oleh Jibril. Sungguh, Rasulullah lebih dermawan (pemurah) dalam kebaikan, melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari 6 dan Muslim 2307).

 

Bahkan pada tahun wafatnya Rasul, Jibril datang memperdengarkan atau mendengar bacaan al-Qur’an Rasulullah sebanyak dua kali (HR. Bukhari 4712).

 

Jadi, Ramadhan secara khusus merupakan saat tadarus atau mudarasah al-Quran antara Jibril ‘Alaihi salam dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamyang berlangsung setiap tahun. Dimana, setiap Nabi memuraja’ah (mengulang) semua ayat yang turun antara Ramadhan tersebut dengan Ramadhan sebelumnya.

Selain itu Jibril dan Rasulullah juga mensyarah makna-makna al-Quran dan mempelajarinya bersama-sama.

Dari sini para ulama mengambil dalil disyariatkannya mengkhatamkan al-Quran pada bulan Ramadhan, karena Jibril dan Nabi menamatkan semua ayat al-Quran yang telah turun sebelumnya pada bulan bulan Ramadhan. Bahkan pada tahun terakhir mereka menyelesaikan bacaan al-Quran sebanyak dua kali. Ini dalil bahwa seorang muslim dianjurkan untuk membaca al-Quran secara lengkap pada bulan Ramadhan satu kali atau lebih. Bahkan, yang disunahkan adalah menamatkan al-Quran sekali dalam setiap bulan (HR. Bukhari: 4765).

 

Jika sanggup (hendaknya) menamatkan setiap pekan satu kali. Bahkan jika mampu setiap tiga malam, sebagaimana hal ini telah diriwayatkan dalam hadits shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh sebab ini, para salafusshalih mengkhususkan banyak waktu mereka pada bulan Ramadhan untuk membaca al-Quran, sampai-sampai Az-Zuhri berkata, “Jika masuk bulan Ramadhan, maka hanya membaca al-Quran dan memberi makan.”

 

Imam Malik jika masuk Ramadhan, maka beliau tinggalkan kajian hadits dan berkonsentrasii membaca al-Quran dari mushaf. Demikian pula dinukil dari sekelompok salaf seperti An-Nakhai’, Ibrahim bin Aswad dan yang lain, bahwa mereka menamatkan al-Quran sekali dalam setiap tiga malam. Jika masuk bulan Ramadhan mereka menamatkan sekali dalam setiap dua hari, jika masuk sepuluh terakhir Ramadhan mereka menamatkan al-Quran setiap malam.

 

Jadi, kesimpulannnya, Ramadhan merupakan bulan diturunkannya al-Qur’an dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia, pada bulan ini pula dimulai diturunkan kepada Nabi Muhammad, dan pada bulan ini juga Jibril mengajarkan al-Quran kepada Nabi dan beliau memperdengarkan (menghadapkan) bacaan al-Quran kepada Jibril.

 

Melihat sebab-sebab di atas seharusnya perhatian seorang muslim terhadap al-Quran pada bulan ini meningkat pesat seperti keadaan dan kebiasan Nabi dan para pendahulu yang sholeh (salafus Shaleh) sepeninggal beliau. (sym)

 

Sumber: Diterjemahkan oleh Syamsuddin Al-Munawiy dari Risalah Durus Ramadhan; Waqafat Lish Shaim, Karya Syekh. DR. Salman bin Fahd al-‘Audah hafidzahullah.

Artikel ini sebelumnya dipubliskaiskan di website wahdah.or.id dengan judul Ramadhan bulan Diturunkannya Al-Qur’an.

 

 

Realted Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad